Sabtu, 10 November 2012

Nyamuk Dan Sapi Jantan

Nyamuk Dan Sapi Jantan Seekor nyamuk, yang merasa agak lelah setelah terbang jauh. Memutuskan untuk berhenti dan beristirahat. Dia adalah nyamuk yang sangat sombong dan sangat cerewet memilih tempat beristirahat. Sambil mencari tempat yang cocok, dia mengawasi seekor sapi jantan disawah sekitar sana. Sambil menukik, nyamuk hinggap diujung tanduk kiri sapi itu. Dia berkata “saya harap saya tidak terlalu berat bagi anda pak, kalau saya berat, saya mohon anda mengatakannnya dengan sejujurnya dan saya pasti akan pergi” “sesukamulah gadis kecil!” jawab sapi jantan itu “tapi sebenarnya saya bahkan tidak menyadari kamu hinggap, jadi saya pasti tidak akan mengetahui kalau kamu pergi.” Cerita ini menceritakan bahwa orang yang menganggap dirinya penting dia merupakan orang yang paling tidak berarti

burung gagak dan kendi

Burung Gagak dan Kendi Pada suatu hari yang panas, seekor burung gagak merasa sangat haus, sehingga seolah-olah tenggorokannya sedang terbakar. Dia terbang berkeliling mencari air. Burung gagak yang malang itu hampir jatuh karena kelelahan. ketika ia melihat sebuah kendi besar ditengah-tengah pertambangan batu dengan hampir tak berani berharap, dia menukik turun. Didalam kendi itu terdapat sedikit air. Burung gagak yang haus itu hinggap dimulut kendi dan menjulurkan lehernya sedalam mungkin kedalam kendi. namun sanyang walaupun telah berusaha sekuat tenaga paruh nya tidak dapat menyentuh permukaan air. Dia hampir putus asa. Ketika dia ingat bahwa dia sedang berada di pertambangan batu dia mendapat ide yang baik. Dia mengambil sebuah batu dan menjatuhkannya kedalam kendi. kemudian ia mengambil batu ke 2 dan ke 3 sampai permukaan air perlahan – lahan naik dan paruhnya dapat mencapai permukaan air. Janganlah pernah kalin putus asa